bismillah
Kurasa Kau membiarkanku berjalan sendiri untuk waktu yang cukup
lama. Membiarkanku melangkahkan kakiku menjajaki jalan yang tak pernah
kutahu sebelumx, membiarkanku memasuki dunia baru, yah dunia yang tidak
pernah aku temukan sebelumnya dalam bunga tidurku, membayangkannya pun
tidak dan Kau malah melepaskanku seorang diri memasuki dunia ini.
Dunia yang asing bagiku.
Blog List
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- ♥zћ¡٤ °g∂δ¡z° z٤ήj∂♥
- Makazzart City, Indonesia
- I'm an ordinary girl that want to become extraordinary, I'm girl with a million dreams, and i'm unique girls
GUEST BOOK
Domain Reseller
Banner
JamQ
my _eF Be_
Sahabat Penyejuk Jiwa
Kamis, 26 April 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Cat_Cil
Ry,, maaf ea lama aku tak berkunjung sekedar memberi kabar, menuliskan sesuatu atau mencurahkan perasaan, sebenarnya terlalu banyak kisah yang aku alami akhir-akhir ini yang ingin segera aku tuangkan,,tentang dilemaku, kegalauanku., dan pikiranku yang berkecamuk. Kau tahu, aku bahkan tak tahu kepada siapa musti aku bercerita, sekedar tuk berbagi rasa dan berbagi beban, karena sungguh aku tak biisa menanggungnya sendiri, setidaknya dengan bercerita kepada seseorang yang bersedia mendengarkan, yang meyakinkan, bisa dipercaya itu sdah lebih dari cukup bagiku tuk ka merasa bahwa masih ada orang didunia ini yang perduli padaku. Aku berharap ada seseorang yang mengerti aku disini, dan mungkin untuk saat ini dan entah sampai kapan aku harus menunggu dan berharap kedatangannya, seseorang yang tak pasti yang bersedia menjadi curahan hatiku.. SEORANG SAHABAT, aku merindukannya...
Sabtu, 02 April 2011
HUJAN EUYY
Dear diary...
hatssyyyyyyinn.. alhamdulillah..
*waduh* parah ni idunk gag bs diajak kompromi,,, meler mulu dari tadi dikit-dikit air mengalir keluar, syukurna bukand ingus yang meleleh 'upzzt'...
Bginilah jadinya klu berani menerjang hujan tanpa payung or mantel, beralaskan baju di badan dengan keterpaksaan 'bukand' dipaksa dengan modal nekad doank demi menuntut ilmu (ceilee),, ya kan ada laguna tuh.. walau hujand aku tetap pergi kuliiah meski harus menempuh jarak hmpir setengah jam dari kos ke kampus tercinta, rela basaah, mana becek plus jalanan macet *oalah* jadi mikir aku mah, kok justru ketika hujan jalan pasti macettotal??dimana-mana *ermm* kecuali klu lewat lotus >hahahayyy< singkatan dari lorong tikuus, jalan pintasnya mahasiiswa Uin menuju kampus 1,hohoho.. Begini deh ribetnya kalau bawa motor sendiri disaat langit sedang menangis mending naek becak kan kapan sampainya tuh *WALL* oopzzt maksudku mending naik pete-pete,, bebas dari air hujan, aman dan terjamin sampai difakultas tarbiyah kampus 2, pakaian tetap kering kemilau,,xixixixi... jadi teringat jamannya aku jadi penumpang setia pete-pete kampus,, (kebiasaan buruk yang lagi q usahakan u/ dmusnahkan sgera dari kehidupanku, telat, telat, dan terlalu santai).. well, masuk jam 8 perginya jg hmpr mw jam 8 sementara perjalanan ke kampus it memakan waktu more n less 30 menit, belum lagi ditambah dengan kemacetan kota Makassar dipagi hari,, ini mi susahnya klu orank naik angkot or mobil, n sejenisnya harus bersabar tingkat tinggi, gag bs ngebut, diam ditempat klu dari ujung ke ujung mobil berjejer antri apalagi pas dapat lampu merah,, hmmm,, entah berapa kali mi lampu merahna berulang baru dapat kesempatan ketemu lampu ijo,, xaxaxa
Nah nilai plus bg si pengendara motor 'khusus yang lincah' mo macet or tidak tancap trusss *say good bye to driver* selip sana selip sini.... asal jangan keselip..tapi yah ni kekurangannya klu naik motor mw hujan or panass ga ada kodonk tempat berlindungna., siap kehujanan/kepanasan bergembiralah yang naik mobil.. *kaciant the lho keujanand* eittttttttt,, aku kok malah jadi ngbahas kekurangan plus kelebihanna motor vs mobil,, hahaha lebbay the,,
hatssyyyyyyinn.. alhamdulillah..
*waduh* parah ni idunk gag bs diajak kompromi,,, meler mulu dari tadi dikit-dikit air mengalir keluar, syukurna bukand ingus yang meleleh 'upzzt'...
Bginilah jadinya klu berani menerjang hujan tanpa payung or mantel, beralaskan baju di badan dengan keterpaksaan 'bukand' dipaksa dengan modal nekad doank demi menuntut ilmu (ceilee),, ya kan ada laguna tuh.. walau hujand aku tetap pergi kuliiah meski harus menempuh jarak hmpir setengah jam dari kos ke kampus tercinta, rela basaah, mana becek plus jalanan macet *oalah* jadi mikir aku mah, kok justru ketika hujan jalan pasti macettotal??dimana-mana *ermm* kecuali klu lewat lotus >hahahayyy< singkatan dari lorong tikuus, jalan pintasnya mahasiiswa Uin menuju kampus 1,hohoho.. Begini deh ribetnya kalau bawa motor sendiri disaat langit sedang menangis mending naek becak kan kapan sampainya tuh *WALL* oopzzt maksudku mending naik pete-pete,, bebas dari air hujan, aman dan terjamin sampai difakultas tarbiyah kampus 2, pakaian tetap kering kemilau,,xixixixi... jadi teringat jamannya aku jadi penumpang setia pete-pete kampus,, (kebiasaan buruk yang lagi q usahakan u/ dmusnahkan sgera dari kehidupanku, telat, telat, dan terlalu santai).. well, masuk jam 8 perginya jg hmpr mw jam 8 sementara perjalanan ke kampus it memakan waktu more n less 30 menit, belum lagi ditambah dengan kemacetan kota Makassar dipagi hari,, ini mi susahnya klu orank naik angkot or mobil, n sejenisnya harus bersabar tingkat tinggi, gag bs ngebut, diam ditempat klu dari ujung ke ujung mobil berjejer antri apalagi pas dapat lampu merah,, hmmm,, entah berapa kali mi lampu merahna berulang baru dapat kesempatan ketemu lampu ijo,, xaxaxa
Nah nilai plus bg si pengendara motor 'khusus yang lincah' mo macet or tidak tancap trusss *say good bye to driver* selip sana selip sini.... asal jangan keselip..tapi yah ni kekurangannya klu naik motor mw hujan or panass ga ada kodonk tempat berlindungna., siap kehujanan/kepanasan bergembiralah yang naik mobil.. *kaciant the lho keujanand* eittttttttt,, aku kok malah jadi ngbahas kekurangan plus kelebihanna motor vs mobil,, hahaha lebbay the,,
Kamis, 31 Maret 2011
CATCIL...
Dear Deary
well, akand kucoba.. biarkan semua mengalir apa adanya seperti yang terpikirkan dalam otakku,, ada banyak hal yang hinggap atau sekedar mampir memenuhi pikiran ini,, yah bahkan terlalu banyak yang sebenarnya ingin kuungkapkan lewat tulisanku, terlalu banyak yang ingin aku curahkan dalam catatan ini,,juzt 4 u dear deary. Tatkala ku tak mempunyai sahabat yang bisa diajak berbagi rasa, yang mau mendengar pembicaraanku, yang dapat menampung curhatanku, dan membantuku keluar dari semua masalah yang kuhadapi akhir-akhir ini dan semakin menyesakkan. Betapa aku sangat merindukan sesosok sahabat seperti it Ry, bahkan mungkin bagiku 1 sahabat sudah cukup ketimbang mempunyai banyak teman tapi tak seorang pun memperdulikanku. Aku benar-benar merasa sangat kesepian di kota besar ini. Entah karena aku yang merasa tidak cocok dengan keadaanku ini, atau keadaan tidak menghendakiku, ataukah karena memang aku yang tak mampu beradaptasi dilingkungan baruku padahal sudah hampir setahun keberadaanku disini ataukah karena sesuatu hal, ada yang salah pada diriku???? *answer alone*
well, akand kucoba.. biarkan semua mengalir apa adanya seperti yang terpikirkan dalam otakku,, ada banyak hal yang hinggap atau sekedar mampir memenuhi pikiran ini,, yah bahkan terlalu banyak yang sebenarnya ingin kuungkapkan lewat tulisanku, terlalu banyak yang ingin aku curahkan dalam catatan ini,,juzt 4 u dear deary. Tatkala ku tak mempunyai sahabat yang bisa diajak berbagi rasa, yang mau mendengar pembicaraanku, yang dapat menampung curhatanku, dan membantuku keluar dari semua masalah yang kuhadapi akhir-akhir ini dan semakin menyesakkan. Betapa aku sangat merindukan sesosok sahabat seperti it Ry, bahkan mungkin bagiku 1 sahabat sudah cukup ketimbang mempunyai banyak teman tapi tak seorang pun memperdulikanku. Aku benar-benar merasa sangat kesepian di kota besar ini. Entah karena aku yang merasa tidak cocok dengan keadaanku ini, atau keadaan tidak menghendakiku, ataukah karena memang aku yang tak mampu beradaptasi dilingkungan baruku padahal sudah hampir setahun keberadaanku disini ataukah karena sesuatu hal, ada yang salah pada diriku???? *answer alone*
Senin, 28 Maret 2011
Cuap jha..
Dear diary...i'm so sorry baru nyempatin diri bercuap-cuap dgnmu dalam keadaan yang sangad melelahkan seperti ini. Padahal sebelumnya aku gag da kegiatan, free time n hanya di kos saja dan menghabiskan waktu selama two days hampir kurang lebih 24 jam mengutak-atik blog ini, oalah ampe badan pegel-pegel sehari semalam didepan notebook, facebookan n blogging tp gag jelas gtu. Aku malah keasyikkan mempermak ulang dirimu Ry, jadi terinspirasi liat blog-blog na orank yg so beautiful, so cute, so sweet n so,, so,, the,, aku kan jadi tertarik Ry, untuk menghias kamu yang tadinya biasa-biasa saja harus bisa lebih dari sekedar biasa.
Kamis, 24 Maret 2011
It'z me
Dear Diary
Jam menunjukkan tepat tengah malam ketika aku mulai menguntai kata demi kata yang perlahan mengalir dari ujung jariku, menuliskan apa saja yang ku mau. Aku tidak tahu harus mencurahkan pemikiran dan perasaanku pada siapa ketika tak seorangpun mau mendengarku. Aku tag tahu apa yang salah pada diriku, hingga untuk berbicarapun aku merasa ganjil. Tapi kuakui ada yang salah pada diriku, jadi aku harus belajar banyak, khususnya belajar beicara, hahahayy.
Maklum masih sering grogy saat berbicara apalagy dihadapan orang banyak,, wuitzzzz..(demam panggung euy)
Jam menunjukkan tepat tengah malam ketika aku mulai menguntai kata demi kata yang perlahan mengalir dari ujung jariku, menuliskan apa saja yang ku mau. Aku tidak tahu harus mencurahkan pemikiran dan perasaanku pada siapa ketika tak seorangpun mau mendengarku. Aku tag tahu apa yang salah pada diriku, hingga untuk berbicarapun aku merasa ganjil. Tapi kuakui ada yang salah pada diriku, jadi aku harus belajar banyak, khususnya belajar beicara, hahahayy.
Maklum masih sering grogy saat berbicara apalagy dihadapan orang banyak,, wuitzzzz..(demam panggung euy)
Jumat, 05 Februari 2010
the great mother
MUSLIMAH
The Great Mother
oleh: Yuni Astuti
Kata “mother”, “bunda”, “ibu”, “mama”, “emak”, “simbok” dan sebagainya terdengar sederhana dan sangat sering kita dengar. Semuanya sama saja, berarti “ibu”. Yakni, seorang wanita yang telah melahirkan kita. Dalam perkembangannya, tak semua ibu bisa merawat dan mendidik anak-anaknya. Kenyataannya, kini banyak wanita yang lebih banyak beraktivitas di luar rumah, dengan atau tanpa meninggalkan peran utamanya di rumah.
Kata “the great”, membuatnya menjadi luar biasa. The Great Mother adalah sebuah predikat istimewa yang dimiliki oleh seorang wanita setelah ia memberanikan diri menjabat sebagai istri. Menjadi ibu adalah konsekuensi logis ketika kita mengizinkan seorang lelaki asing mengucapkan qabul sambil menjabat erat tangan wali kita. Manusia hebat, terlahir dari ibu yang hebat dan mendidiknya dengan penuh kesabaran. Seorang ibu yang hebat akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk menjadikan anak-anaknya berkualitas. Ia tak pernah mengeluh terhadap banyaknya jumlah anak (misal tiap tahun lahir satu anak), kerepotan dalam mengurusnya, serta beratnya mendidik mereka 24 jam nonstop. Ibu tangguh akan senantiasa sabar dan qonaah pada apapun yang terjadi padanya karena itu semua adalah konsekuensi yang harus ia terima sebagai ummu wa robbatul bayt (Ibu dan pengatur rumah tangga).
Setidaknya, The Great Mother harus memiliki enam peran, antara lain:
1. Sebagai hamba Allah. Dalam kehidupannya, laki-laki dan perempuan dituntut untuk menjalankan kewajiban yang sama yakni menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan menikah, tak membuat kewajiban-kewajibannya sebelum menikah menjadi lenyap. Ia tetap harus menjaga amal-amal baiknya sejak sebelum menikah.
2. Sebagai Best Wife. The Great Mother haruslah bisa menjadi istri terbaik yang dibanggakan oleh suaminya. Selalu menaati segala perintahnya selama bukan perintah pada kemaksiatan, dan selalu menyenangkan suaminya, menjaga kehormatan suami ketika suaminya tak berada di rumah, menjaga hartanya, mencari keridloannya, qonaah pada setiap yang diberikan suaminya sebagai rizki yang halal. Menjadi motivator dan tempat bersandar kapanpun dan di manapun suaminya butuhkan. Menjadi sahabat yang asyik diajak bercanda dan tidak menampakkan muka yang masam di depan suaminya. Juga ketika suami baru pulang bekerja, ia selalu menyambutnya dengan wajah ceria.
3. Sebagai Ibu Tangguh. Ini jabatan terberat yang disandang seorang wanita setelah ia berikrar menjadi istri. Sebagian orang berpendapat bahwa belumlah wanita itu menjadi sempurna sebelum ia menjadi ibu dan mengabdi pada suaminya. Wallahu a’lam. Ia akan rela bersakit-sakit demi kebahagiaan keluarganya. Ketika sedang nikmat-nikmatnya tidur, ia ikhlas bangun ketika mendengar tangis anaknya yang lapar atau sakit. Ketika sedang enak-enaknya makan, ia tak mengeluh membersihkan kotoran anaknya yang tiba-tiba buang air. Begitu pula, ia ikhlas untuk mendahulukan keperluan anak-anaknya dibanding kepentingan pribadinya. Jelasnya, ibu tangguh itu bisa melakukan apa saja. Cerdas dalam segala bidang sehingga bisa mengajari anak-anaknya banyak hal dari segi keilmuan maupun keterampilan. Ia pun bisa menjadikan anak-anaknya berjiwa militan dengan selalu mengajarinya tentang keislaman. Menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan yang patut dicontoh.
4. Sebagai anggota masyarakat. Peran ini takkan hilang setelah menikah, justru perannya semakin bertambah karena harus mencerdaskan masyarakatnya dengan Islam. Ia harus bisa membagi waktu antara keluarga dan dakwah. Tidak berat sebelah antara tugas yang satu dengan tugas lainnya. Ia selalu ingat peran utamanya sebagai ummu wa robbatul bayt dan dia juga tidak melalaikan kewajiban dakwahnya karena keduanya adalah sama-sama kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslimin.
5. Sebagai Anak yang Berbakti. Meskipun setelah menikah, suaminya yang menjadi walinya bukan berarti ia meninggalkan perannya sebagai anak dari orangtuanya. Ia tetap harus berbakti dan selalu mendoakan mereka, berbuat baik dan memuliakan mereka.
6. Sebagai Menantu Dambaan. Terkadang menantu diversuskan dengan mertua, padahal andai saja semua menantu menyadari bahwa mertua adalah orangtua kita juga tentu tidak akan terjadi “perang dingin” antara mereka. kita harus ingat bahwa mertua adalah orangtua dari suami kita, mengasuhnya sejak kecil tanpa lelah hingga menjadi sedemikian sempurna kita melihatnya. Adalah tidak tahu dirinya kita, sudah mengambil anak orang, kita berbuat tidak baik kepada mertua.
Demikianlah, seorang Great Mother mampu menjadi basis perjuangan Islam. Wanita adalah tiang negara, apabila wanitanya tangguh maka negara juga akan tangguh. Anak-anak yang tangguh adalah hasil didikan ibu tangguh. Imam Syafi’i bisa menghafal al-Qur’an pada usia sembilan tahun, Ibnu Sina pada usia sepuluh tahun, ath-Thabari pada usia tujuh tahun, adalah contoh pribadi yang dididik oleh seorang ibu tangguh. Bahkan Albert Einstein yang dikeluarkan dari sekolah dasar karena dicap bodoh, siapa sangka ia bisa menciptakan bom atom. Itu karena ibunya selalu memotivasi dan mendidiknya tanpa lelah.
Setidaknya, ada empat hal yang diperlukan orangtua dalam mendidik anak-anaknya: 1. Menerima yang sedikit darinya; tidak memaksanya agar menjadi juara satu di sekolahnya, kalaupun anaknya dikatakan bodoh sekalipun oleh lingkungannya, ibu harus bisa menerima dan terus memotivasinya bahwa kepintaran manusia itu tidak bisa dinilai dengan bilangan angka, melainkan lebih luas dari itu.
2. Memaafkan yang menyulitkannya; jika anak-anak melakukan kesalahan, kita bersabar dan tidak lekas marah.
3. Tidak membebaninya; jangan menyuruhnya melakukan pekerjaan yang tidak mampu dikerjakannya.
4. Tidak pula memakinya; anak jangan dicap “bodoh”, “nakal”, dsb sebab itu akan melekat pada diri anak dan sulit untuk menciptakan citra baru bagi dirinya bahwa dirinya “baik”.
The Great Mother, singkatnya, adalah ibu yang tahu akan segala yang dibutuhkan suami, anak-anak dan masyarakatnya. Ia bisa menjadi teman yang menyenangkan di setiap waktu, serta menjadi guru yang mendidik anak-anaknya dengan kesabaran. Semoga kita semua bisa menjadi The Great Mother, sehingga bisa menjadi lingkup kecil perjuangan Islam, melahirkan para mujahid-mujahidah militan yang akan memperjuangkan kemuliaan Islam.[yN]
Allahumma amin…. wallahu a’lam bish shawab….
The Great Mother
oleh: Yuni Astuti
Kata “mother”, “bunda”, “ibu”, “mama”, “emak”, “simbok” dan sebagainya terdengar sederhana dan sangat sering kita dengar. Semuanya sama saja, berarti “ibu”. Yakni, seorang wanita yang telah melahirkan kita. Dalam perkembangannya, tak semua ibu bisa merawat dan mendidik anak-anaknya. Kenyataannya, kini banyak wanita yang lebih banyak beraktivitas di luar rumah, dengan atau tanpa meninggalkan peran utamanya di rumah.
Kata “the great”, membuatnya menjadi luar biasa. The Great Mother adalah sebuah predikat istimewa yang dimiliki oleh seorang wanita setelah ia memberanikan diri menjabat sebagai istri. Menjadi ibu adalah konsekuensi logis ketika kita mengizinkan seorang lelaki asing mengucapkan qabul sambil menjabat erat tangan wali kita. Manusia hebat, terlahir dari ibu yang hebat dan mendidiknya dengan penuh kesabaran. Seorang ibu yang hebat akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk menjadikan anak-anaknya berkualitas. Ia tak pernah mengeluh terhadap banyaknya jumlah anak (misal tiap tahun lahir satu anak), kerepotan dalam mengurusnya, serta beratnya mendidik mereka 24 jam nonstop. Ibu tangguh akan senantiasa sabar dan qonaah pada apapun yang terjadi padanya karena itu semua adalah konsekuensi yang harus ia terima sebagai ummu wa robbatul bayt (Ibu dan pengatur rumah tangga).
Setidaknya, The Great Mother harus memiliki enam peran, antara lain:
1. Sebagai hamba Allah. Dalam kehidupannya, laki-laki dan perempuan dituntut untuk menjalankan kewajiban yang sama yakni menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan menikah, tak membuat kewajiban-kewajibannya sebelum menikah menjadi lenyap. Ia tetap harus menjaga amal-amal baiknya sejak sebelum menikah.
2. Sebagai Best Wife. The Great Mother haruslah bisa menjadi istri terbaik yang dibanggakan oleh suaminya. Selalu menaati segala perintahnya selama bukan perintah pada kemaksiatan, dan selalu menyenangkan suaminya, menjaga kehormatan suami ketika suaminya tak berada di rumah, menjaga hartanya, mencari keridloannya, qonaah pada setiap yang diberikan suaminya sebagai rizki yang halal. Menjadi motivator dan tempat bersandar kapanpun dan di manapun suaminya butuhkan. Menjadi sahabat yang asyik diajak bercanda dan tidak menampakkan muka yang masam di depan suaminya. Juga ketika suami baru pulang bekerja, ia selalu menyambutnya dengan wajah ceria.
3. Sebagai Ibu Tangguh. Ini jabatan terberat yang disandang seorang wanita setelah ia berikrar menjadi istri. Sebagian orang berpendapat bahwa belumlah wanita itu menjadi sempurna sebelum ia menjadi ibu dan mengabdi pada suaminya. Wallahu a’lam. Ia akan rela bersakit-sakit demi kebahagiaan keluarganya. Ketika sedang nikmat-nikmatnya tidur, ia ikhlas bangun ketika mendengar tangis anaknya yang lapar atau sakit. Ketika sedang enak-enaknya makan, ia tak mengeluh membersihkan kotoran anaknya yang tiba-tiba buang air. Begitu pula, ia ikhlas untuk mendahulukan keperluan anak-anaknya dibanding kepentingan pribadinya. Jelasnya, ibu tangguh itu bisa melakukan apa saja. Cerdas dalam segala bidang sehingga bisa mengajari anak-anaknya banyak hal dari segi keilmuan maupun keterampilan. Ia pun bisa menjadikan anak-anaknya berjiwa militan dengan selalu mengajarinya tentang keislaman. Menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan yang patut dicontoh.
4. Sebagai anggota masyarakat. Peran ini takkan hilang setelah menikah, justru perannya semakin bertambah karena harus mencerdaskan masyarakatnya dengan Islam. Ia harus bisa membagi waktu antara keluarga dan dakwah. Tidak berat sebelah antara tugas yang satu dengan tugas lainnya. Ia selalu ingat peran utamanya sebagai ummu wa robbatul bayt dan dia juga tidak melalaikan kewajiban dakwahnya karena keduanya adalah sama-sama kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslimin.
5. Sebagai Anak yang Berbakti. Meskipun setelah menikah, suaminya yang menjadi walinya bukan berarti ia meninggalkan perannya sebagai anak dari orangtuanya. Ia tetap harus berbakti dan selalu mendoakan mereka, berbuat baik dan memuliakan mereka.
6. Sebagai Menantu Dambaan. Terkadang menantu diversuskan dengan mertua, padahal andai saja semua menantu menyadari bahwa mertua adalah orangtua kita juga tentu tidak akan terjadi “perang dingin” antara mereka. kita harus ingat bahwa mertua adalah orangtua dari suami kita, mengasuhnya sejak kecil tanpa lelah hingga menjadi sedemikian sempurna kita melihatnya. Adalah tidak tahu dirinya kita, sudah mengambil anak orang, kita berbuat tidak baik kepada mertua.
Demikianlah, seorang Great Mother mampu menjadi basis perjuangan Islam. Wanita adalah tiang negara, apabila wanitanya tangguh maka negara juga akan tangguh. Anak-anak yang tangguh adalah hasil didikan ibu tangguh. Imam Syafi’i bisa menghafal al-Qur’an pada usia sembilan tahun, Ibnu Sina pada usia sepuluh tahun, ath-Thabari pada usia tujuh tahun, adalah contoh pribadi yang dididik oleh seorang ibu tangguh. Bahkan Albert Einstein yang dikeluarkan dari sekolah dasar karena dicap bodoh, siapa sangka ia bisa menciptakan bom atom. Itu karena ibunya selalu memotivasi dan mendidiknya tanpa lelah.
Setidaknya, ada empat hal yang diperlukan orangtua dalam mendidik anak-anaknya: 1. Menerima yang sedikit darinya; tidak memaksanya agar menjadi juara satu di sekolahnya, kalaupun anaknya dikatakan bodoh sekalipun oleh lingkungannya, ibu harus bisa menerima dan terus memotivasinya bahwa kepintaran manusia itu tidak bisa dinilai dengan bilangan angka, melainkan lebih luas dari itu.
2. Memaafkan yang menyulitkannya; jika anak-anak melakukan kesalahan, kita bersabar dan tidak lekas marah.
3. Tidak membebaninya; jangan menyuruhnya melakukan pekerjaan yang tidak mampu dikerjakannya.
4. Tidak pula memakinya; anak jangan dicap “bodoh”, “nakal”, dsb sebab itu akan melekat pada diri anak dan sulit untuk menciptakan citra baru bagi dirinya bahwa dirinya “baik”.
The Great Mother, singkatnya, adalah ibu yang tahu akan segala yang dibutuhkan suami, anak-anak dan masyarakatnya. Ia bisa menjadi teman yang menyenangkan di setiap waktu, serta menjadi guru yang mendidik anak-anaknya dengan kesabaran. Semoga kita semua bisa menjadi The Great Mother, sehingga bisa menjadi lingkup kecil perjuangan Islam, melahirkan para mujahid-mujahidah militan yang akan memperjuangkan kemuliaan Islam.[yN]
Allahumma amin…. wallahu a’lam bish shawab….
Langganan:
Postingan (Atom)



